Rabu, 19 Juni 2013

Surat Rindu untuk Kawan Dumayku





Selamat malam,
Sedang apa kamu disana kawan dumayku?
Apakah juga memikirkanku, seperti aku memikirkanmu?


Haha, geli juga rasanya
Mengingat kita baru kenal sebulan lalu, bahkan belum pernah bertemu, tapi aku sudah berani menaruh rindu padamu.
Apa kau marah mendengar pengakuanku ini kawan?
Tidak kan?
Ya, karena kau tidak akan pernah mendengarnya
Kau hanya akan membacanya. Mungkin .

Tahu tidak, kenapa aku secepat ini membingkaimu dalam memoriku?
Karena kamu apa adanya
Tidah pernah dalam obrolan kita kamu sok baik, sok polos, bahkan terkesan kita ini sepasang sahabat kucing & tikus.
Haha, itulah kesanku tentangmu.
Bagaimana kesanmu tentangku?

Kamu, sedangkah kamu menaruh hati pada seseorang?
Yang mungkin bukan padaku.
Ah, tapi aku berdoa semoga yang kau rindukan adalah aku.

Ajakanmu ke pantai itu, apakah hanya sebuah basa-basi?
Tapi aku sangat ingin itu benar terjadi, kawan
Ingin kunikmati tempat favoritku bersamamu
Mencumbu senja di hamparan pasir pantai , bersamamu
Betapa indahnya imajinasiku, kawan
Sayang, Tuhan belum mengijinkan pertemuan kita

Tapi harapanku tidak pernah padam, kawan
“Insyaallah” yang kau lontarkan menjadi obat pelipur rinduku.
Selamat malam, kawan dumayku
Semoga malam ini menjadi malam yang indah untukmu dan kita bisa bertemu esok hari…
See you next time in the real world …

~Salam Rindu~  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar